Mentiones
Mentiones

Mentiones

honor
honor

honor

ons
ons

ons

survived
survived

survived

comming
comming

comming

the morning
the morning

the morning

surviving
surviving

surviving

burned
burned

burned

extinguisher
extinguisher

extinguisher

arrived
arrived

arrived

🔥 | Latest

Weird, Japanese, and Hiroshima: A japanese farmer seing some weird thing falling from the sky. Hiroshima, August 6th 1945 colourized
Weird, Japanese, and Hiroshima: A japanese farmer seing some weird thing falling from the sky. Hiroshima, August 6th 1945 colourized

A japanese farmer seing some weird thing falling from the sky. Hiroshima, August 6th 1945 colourized

Hiroshima, Scout, and Special Forces: US Special Forces scout the land after detonating the bomb over Hiroshima (1945, colorized)
Hiroshima, Scout, and Special Forces: US Special Forces scout the land after detonating the bomb over Hiroshima (1945, colorized)

US Special Forces scout the land after detonating the bomb over Hiroshima (1945, colorized)

Memes, Bronson, and 🤖: D-O-D Jam Kiamat di 2019: Dunia Masih di Tepi Jurang Akhir Zaman HUMANDoD Para ilmuwan di Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) pada Kamis (24-1-2019) kembali memperbarui Jam Kiamat, sebuah jam kiasan yang pergerakan jarum-jarumnya menunjukkan seberapa dekatnya Bumi dengan kehancuran total. Pada 2018 lalu, Jam Kiamat menunjukkan waktu 2 menit menuju pukul 00.00. Pukul 00.00 merupakan simbol akhir zaman pada Jam Kiamat. Pada tahun ini posisi tersebut tak berubah. BAS, para ilmuwan yang menciptakan jam kiasan itu, mengatakan posisi itu tak berubah karena dunia masih terancam oleh senjata nuklir dan perubahan iklim. Tahun ini ancaman kiamat juga ditambah dengan maraknya hoaks di media sosial. "Meski Jam Kiamat tak berubah dari 2018, posisi ini seharusnya tak dianggap sebagai tanda stabilitas, tetapi justru sebuah peringatan keras bagi para pemimpin dan warga dunia," kata Presiden dan CEO BAS, Rachel Bronson. Menurut para ilmuwan di BAS, meski hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara - dua negara pemilik senjata nuklir lebih positif sejak 2017, tetapi ketergantungan negara-negara di dunia terhadap senjata nuklir semakin meningkat. Sementara itu hubungan antara AS dan Rusia - dua negara yang menguasai 90% senjata nuklir di dunia masih tegang, sehingga meningkatkan risiko perang nuklir. Di sisi lain perubahan iklim, jelas para ilmuwan di balik BAS, selama setahun lalu sangat memprihatinkan. Mereka secara khusus menyoroti AS yang tidak saja gagal mengurangi emisi karbon tetapi juga malah semakin mendorong pembangunan infrastruktur yang mengandalkan bahan bakar berbasis fosil. Jam Kiamat diciptakan pada 1947, dua tahun setelah AS menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom di akhir Perang Dunia II. Ketika itu Jam Kiamat menunjukkan waktu 7 menit menuju pukul 00.00. Bulletin of the Atomic Scientists didirikan pada 1945 oleh para ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan bom atom AS pada Perang Dunia II. Mereka merasa bersalah melihat kehancuran yang dihasilkan oleh bom tersebut dan menciptakan jam kiamat sebagai alat untuk memperingatkan manusia agar tak mengulang kesalahan yang sama. Sumber: suara.com
Memes, Bronson, and 🤖: D-O-D
 Jam Kiamat di 2019:
 Dunia Masih
 di Tepi Jurang Akhir Zaman
HUMANDoD Para ilmuwan di Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) pada Kamis (24-1-2019) kembali memperbarui Jam Kiamat, sebuah jam kiasan yang pergerakan jarum-jarumnya menunjukkan seberapa dekatnya Bumi dengan kehancuran total. Pada 2018 lalu, Jam Kiamat menunjukkan waktu 2 menit menuju pukul 00.00. Pukul 00.00 merupakan simbol akhir zaman pada Jam Kiamat. Pada tahun ini posisi tersebut tak berubah. BAS, para ilmuwan yang menciptakan jam kiasan itu, mengatakan posisi itu tak berubah karena dunia masih terancam oleh senjata nuklir dan perubahan iklim. Tahun ini ancaman kiamat juga ditambah dengan maraknya hoaks di media sosial. "Meski Jam Kiamat tak berubah dari 2018, posisi ini seharusnya tak dianggap sebagai tanda stabilitas, tetapi justru sebuah peringatan keras bagi para pemimpin dan warga dunia," kata Presiden dan CEO BAS, Rachel Bronson. Menurut para ilmuwan di BAS, meski hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara - dua negara pemilik senjata nuklir lebih positif sejak 2017, tetapi ketergantungan negara-negara di dunia terhadap senjata nuklir semakin meningkat. Sementara itu hubungan antara AS dan Rusia - dua negara yang menguasai 90% senjata nuklir di dunia masih tegang, sehingga meningkatkan risiko perang nuklir. Di sisi lain perubahan iklim, jelas para ilmuwan di balik BAS, selama setahun lalu sangat memprihatinkan. Mereka secara khusus menyoroti AS yang tidak saja gagal mengurangi emisi karbon tetapi juga malah semakin mendorong pembangunan infrastruktur yang mengandalkan bahan bakar berbasis fosil. Jam Kiamat diciptakan pada 1947, dua tahun setelah AS menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom di akhir Perang Dunia II. Ketika itu Jam Kiamat menunjukkan waktu 7 menit menuju pukul 00.00. Bulletin of the Atomic Scientists didirikan pada 1945 oleh para ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan bom atom AS pada Perang Dunia II. Mereka merasa bersalah melihat kehancuran yang dihasilkan oleh bom tersebut dan menciptakan jam kiamat sebagai alat untuk memperingatkan manusia agar tak mengulang kesalahan yang sama. Sumber: suara.com

HUMANDoD Para ilmuwan di Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) pada Kamis (24-1-2019) kembali memperbarui Jam Kiamat, sebuah jam kiasan ya...

Back, Hiroshima, and Gay: The pilots of the Enola Gay glance back at the bomb they dropped over Hiroshima (Aug. 6, 1945 colorized.)
Back, Hiroshima, and Gay: The pilots of the Enola Gay glance back at the bomb they dropped over Hiroshima (Aug. 6, 1945 colorized.)

The pilots of the Enola Gay glance back at the bomb they dropped over Hiroshima (Aug. 6, 1945 colorized.)